“Ketika satu pintu tertutup, pintu lain terbuka; namun terkadang kita melihat dan menyesali pintu tertutup tersebut terlalu lama hingga kita tidak melihat pintu lain yang telah terbuka.” - Alexander Graham Bell
Itulah pernyataan yang tepat untuk sebuah kesempatan. Memang kesempatan biasanya hanya datang sekali pada diri kita. Kitapun biasa mengabaikan kesempatan itu. Padahal tidak semua orang bisa memiliki kesempatan baik dalam hidupnya. Meskipun kesempatan itu akan datang untuk yang kedua kalinya atau kesekian kalinya, kesempatan itu takkan lagi hadir untuk orang yang telah mengabaikannya. Kesempatan itu akan hadir dan menghapiri setiap insan yang bersungguh-sungguh menghargai sebuah kesempatan.
Namun demikian, dengan ambisi kita yang berlebihan akan membuat kita fokus pada kesempatan itu saja. Ketika kesempatan itu telah gagal untuk kita diraih, kita akan menyesalinya dan terus meratapinya. Sehingga kita menjadi buta akan kesempatan lain yang terbuka. Kita hanya akan terpaku pada satu hal kekecewaan, dan mengabaikan peluang-peluang baru yang menanti.
Kita adalah bagian dari manusia yang menghargai kesempatan yang diberikanNya. Apalagi kesempatan hidup ini harus benar-benar bermanfaat bagi kita dan orang lain. Maka dari itu, sudah seharusnya kita beranggapan bahwa kesempatan itu tidak hanya datang sekali. Melainkan kesempatan itu selalu ada. Dan kita harus terbuka dan siap untuk mengambil pintu kesempatan manapun tang terbuka. Sehingga kita tidak akan patah semangat jika satu pintu telah tertutup. Karena pintu lain telah terbuka dan menanti kita untuk mengambilnya. Dan hanya orang-orang yang merugi yang akan mengabaikan kesempatan yang ada atau orang yang hanya dapat mengambil satu kesempatan dan mengabaikan yang lainnya.
Semoga, uraian ini dapat menjadi referensi bagi pembaca untuk berpikir kembali tentang kesempatan apa yang telah di lewati ataupun diraih. Sehingga dapat menetukan langkah selanjutnya untuk mencoba peluang-peluang baru yang telah terbuka.
“Yang terpenting dari kehidupan bukanlah kemenangan yang dicapai namun bagaimana usaha yang baik untuk memperolehnya.”
Tidak ada komentar:
Posting Komentar