Twitter terpaksa harus mendorong sejumlah user untuk mengubah password mereka dalam minggu ini setelah situs microblogging tersebut ditemukan mengalami invasi oleh hacker menggunakan skema kompleks untuk mendapatkan akses informasi user. “Sebagai bagian usaha kami untuk memonitor aktivitas user, kami memberitahu secara mendadak follower untuk sejumlah account dalam waktu lima hari. Melihat hal ini, kami rasa tindakan yang terbaik adalah membuat reset password untuk account yang terkena invasi hacker.” ungkap Del Harvey, director Trust and Safety Twitter, Selasa (02/02).
Harvey mengungkapkan bahwa hacker mungkin berhasil mengakses ke username dan password mereka di Twitter melalui situs pihak ketiga, Torrent yang mereka buat. Situs Torrent sendiri merupakan situs yang memudahkan user untuk mengunduh media file dari Internet, yang digunakan untuk meng-capture detail login dan informasi lainnya. Sejak banyak user yang menggunakan username dan password yang sama untuk multi account Internet, maka hacker dapat mengaplikasikan informasi yang tertangkap untuk masuk ke Twitter dan mungkin situs lainnya.
“Seperti pada peraturan biasanya, jika user signup ke forum Torrent atau situs Torrent yang dibangun oleh pihak ketiga, maka user harus mengubah password disana. Hal tersebut akan menjauhkan user dari penggunaan alamat email dan password yang sama di multi situs. Kami menyarankan user menggunakan password berbeda untuk setiap layanan yang dimasuki.“ tambah Harvey.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar